Info Lain

Jumat, 21 Agustus 2015

PRANATA SOSIAL JAWA

Pranata Sosial Jawa

PRANATA SOSIAL JAWA
Details...


Keberadaan struktur sosial Jawa telah didukung oleh lembaga-lembaga adat yang telah mengakar di lingkungan masyarakat. Nilai-nilai etis filosofis yang terkandung dalam kesusastraan dan kesenian semakin memperkokoh jati diri budaya Jawa. Seiring dengan perkembangan zaman, nilai luhur budaya Jawa tetap diwariskan secara turun-temurun. Usaha pelestarian sosial budaya yang dilakukan oleh masing-masing generasi tersebut masih berlanjut hingga sekarang, dengan mengalami kreasi dan modifikasi baru, nuting jaman kelakone.
Sistem penyelenggaraan upacara tradisional dilakukan demi memenuhi kebutuhan rohani yang berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat Jawa. Siklus hidup manusia yang meliputi masa kelahiran, perkawinan dan kematian mendapat perhatian dengan melakukan upacara khusus. Tujuannya adalah memperoleh kebahagiaan lahir batin, setelah mengetahui hakikat sangkan paraning dumadi atau dari mana dan ke mana arah kehidupan. Dalam hal ini, puncak pribadi manusia paripurna ditandai oleh kemampuannya dalam mengendalikan diri sebagaimana tersirat dalam ngelmu kasampurnan yang menghendaki hubungan selaras antara Tuhan dan alam.
Pranata sosial Jawa bersifat spiritual religius dengan titik orientasi manunggaling kawula Gusti. Keutamaan hidup dalam bidang keruhanian tercermin dalam sesanti agama ageming aji, bahwa agama merupakan sarana pokok untuk memperoleh kemuliaan tertinggi. Sedangkan hubungannya dengan tertib kosmis berpangkal tolak dari idiom mangasah mingising budi, memasuh malaning bumi. Penajaman akal budi yang berintegritas dan menghindari polusi yang destruktif menjadi sarat mutlak dalam pengelolaan alam sekitar. Dengan demikian pranata sosial Jawa dapat membuat tata laksana hubungan manusia dengan Tuhan serta alam berlangsung secara harmonis.
Isi : 218 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum
ISBN: 978-979-16061-1-0

Informasi harga

Ebook lainnya


PETUNGAN JAWA, RAMALAN PRANATA MANGSA

Petungan Jawa, Ramalan Pranata Mangsa

PETUNGAN JAWA, RAMALAN PRANATA MANGSA
Details..

Petungan Jawa Ramalan Pranata Mangsa ini merupakan warisan leluhur Jawa yang berusaha untuk memahami alam kanyatan dan alam kasunyatan. Kemampuan orang Jawa dalam membaca tanda-tanda jaman secara waskitha dan wicaksana diwariskan secara turun-temurun. Ramalan, petungan, dan keberuntungan nasib manusia mengacu kepada perubahan musim, siklus alam, suara hati dan sasmita ghaib.
Bagi masyarakat Jawa, kelahiran, kematian, jodoh dan rejeki adalah takdir Tuhan. Namun demikian manusia tetap diberi kewenangan untuk berikhtiar, dengan berprinsip ngelmu laku, jangka jangkah, kodrat wiradat. Begitu pedulinya terhadap kehidupan yang aman tentram lahir batin, maka para sesepuh, pinisepuh orang Jawa akan memberi makna pada segala sesuatu yang tidak kasat mripat. Kepekaan perasaan yang disertai ketajaman spiritual mendominasi indra keenamnya.
Pergantian hari, bulan, tahun dan windu pasti mengandung maksud tertentu. Angin berhembus dan kicauan burung pun bisa memberi arti, karena termasuk wahana sasmitaning ngaurip. Buku ini, disusun berdasarkan ajaran para pujangga Jawa Kuno. Wejangan leluhur itu hingga sekarang masih dijadikan pedoman hidup bagi sebagian besar masyarakat Jawa. Sebuah buku bermutu dan berguna yang dapat dijadikan sebagai referensi bagi budayawan, seniman, ilmuwan dan masyarakat umum. Mugi sami rahayu ingkang pinanggih.
Isi : 204 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum

Informasi Harga

Ebook Lainnya

PENGANTAR LINGKUNGAN

Pengantar Lingkungan

PENGANTAR LINGKUNGAN
Details...

Lingkungan merupakan tempat untuk beraktualisasi, bereksistensi dan berinteraksi bagi manusia. Hubungan antara sesama manusia dengan makhluk lain bisa dijalankan dengan baik, apabila terjadi simbiosis mutualisma, dengan prinsip kerjasama yang saling menguntungkan. Masing-masing saling memberi ruang dan kemerdekaan hidup, sehingga terjalin keselarasan dan keserasian.
Kelestarian lingkungan hidup kini menjadi wacana yang hangat dan penting, baik dalam tataran lokal, nasional maupun internasional. Hal ini disebabkan karena lingkungan hidup menyangkut hajat dan kepentingan orang banyak. Kesadaran mengenai arti penting lingkungan yang sehat dan lestari perlu diberikan kepada setiap insan, demi keberlangsungan hidup bersama. Kesejahteraan kolektif salah satunya dipengaruhi oleh kelayakan lingkungan.
Buku Pengantar Lingkungan ini disusun secara sistematis, integral dan komprehensif. Analisanya menggunakan pendekatan ekologis, sosiologis, filosofis dan theologis. Sebuah buku singkat dan padat yang perlu dijadikan referensi untuk mengetahui seluk beluk lingkungan hidup.
Isi : 268 Halaman
Penulis : Dr. Prabang Setyono, M. Si.

Informasi harga
Ebook lainnya


MISTIK DAN KOSMOLOGI SERAT CENTHINI

Mistik dan Kosmologi Serat Centhini

MISTIK DAN KOSMOLOGI SERAT CENTHINI
Details...

Serat Centhini membuktikan bahwa sejak dulu kala orang Jawa cinta ilmu pengetahuan. Kesadaran orang Jawa terhadap perkembangan ilmu dan teknologi sesuai dengan ungkapan ilmu iku kelakone kanthi laku yang mengandung makna keselarasan antara teori dan aplikasi. Pengetahuan yang disusun dalam Serat Centhini berdasarkan pengalaman panjang orang Jawa yang berisi tentang pikiran, ucapan, dan tindakan sehari-hari. Dengan demikian karya sastra Jawa Klasik ini dapat digunakan sebagai panduan untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan hidup secara efektif dan efeisien.
Sebagai ensiklopedi kebudayaan Jawa Serat Centhini memuat dokumentasi mengenai sejarah, kepurbakalaan, etika, sosial, bahasa, sastra, ramalan, agama, filsafat, psikologi, biologi, pertambangan, asmara, kesenian, geografi, konstruksi, pertanian, pendidikan, upacara, dan kedokteran. Dengan melibatkan para pakar, cendekiawan dan pujangga Jawa yang dipimpin langsung oleh Sinuwun Paku Buwono V, maka Serat Centhini disajikan dalam bentuk karya serial yang sungguh megah dan mewah. Di antara karya kepustakaan Jawa lainnya, penampilan Serat Centhini boleh dikatakan paling paripurna.
Buku ini memberi deskripsi secara khusus tentang mistik dan kosmologi yang terdapat dalam Serat Centhini secara sistematis, integral dan komprehensif. Sebuah buku bermutu dan berguna sebagai kunci pembuka bagi siapa saja yang ingin mengetahui seluk beluk sejarah, budaya, sastra dan kebudayaan Jawa.
Isi : 280 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum, Drs. Rahmat Fajri, M. Ag, Dra. Siti Maziyah, M. Hum

Informasi Harga
Ebook Lainnya


MEDITASI JAWA

Meditasi Jawa

MEDITASI JAWA

Details...

Meditasi Jawa merupakan kawruh satataning panembah yang bertujuan untuk memperoleh ketentraman hati. Pelaksanaan meditasi dimulai dengan manjing sanggar pamelengan atau tempat aktifitas semedi. Kemudian dilanjutkan dengan olah kebatinan yang meliputi puji pangastuti, piranti sesuci dan purba diri. Dalam Kitab Cipta Waskitha, yasan dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sunan Paku Buwana IV, dijelaskan tata laksana nggegulang jiwa. Kitab tersebut berisi mistik praktis, sebagai penjabaran atas ajaran etis Serat Wulangreh dan Serat Sasana Sunu yang dijadikan wahana pendidikan generasi muda secara didaktik sistematis.
Tahapan meditasi Jawa sering diterangkan oleh Ki Dhalang dalam pagelaran wayang purwa. Proses mengheningkan cipta dalam semedi bersamaan dengan sedhakep saluku juga, nutupi babahan hawa sanga, kaki bersila tangan bersedekap menutupi gerbang lubang sembilan. Konsentrasi pikiran tertuju pada Yang Maha Satu, sajuga kang sinidhikara. Caranya dengan megeng napas mbendung swara, degup jantung dan aliran pernafasan diatur hingga betul-betul tenang dan khusyuk. Tarlen saking liyep layaping aluyup, keadaan yang terjadi antara bangun dan mimpi, mengantarkan pada tingkatan spiritual tertinggi sumusuping rasa jati.
Begitulah wulangan, wejangan dan wedharan sebagaimana diungkapkan dalam kitab Jawa Kuno yang merupakan warisan para pujangga agung. Secara turun-temurun, kawruh satataning panembah itu dibabar oleh para kasepuhan, demi mencapai keselarasan antara jagad gumelar (makrokosmos) dan jagad gumulung (mikrokosmos). Sebuah buku bermutu dan berguna bagi kita semua yang menghendaki kebahagiaan lahir batin.
Isi : 274 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum

Informasi Harga
Ebook Lainnya

MAKRIFAT SEMAR

Makrifat Semar

MAKRIFAT SEMAR

Details..

Semar adalah wayang yang paling dicintai. Apabila ia muncul di depan layar ia disambut oleh gelombang simpati para penonton. Seakan-akan para penonton sendiri merasa berada di bawah pengayoman Semar. Apabila wayang yang tak terselami, bijaksana, sederhana, merakyat, baik hati, lucu, dan tak terkalahkan itu muncul maka mereka yang berada di bawah perlindungannya merasa aman dari segala bahaya.
Siapakah Semar itu? Dalam setiap pertunjukan wayang ia dipermaklumkan oleh Ki Dalang lebih kurang dengan kata-kata berikut: "Siapakah yang bulat seperti nyiru itu, itulah Kyai Lurah Semar, ya Semar, Betara Ismaya. Ia bernama Semar, juga Semar, sebab Kyai Semar berkuncung seperti laki-laki, tetapi ia montok dengan buah dada besar seperti orang perempuan. Ia tak gagah tak rupawan, memang tak berupalah ia, akan tetapi sesungguhnya Kyai Lurah Semar itu Dewa yang menjelma, ia sebenarnya Hyang Ismaya, juga Hyang Asmarasanta, Dewa berujud manusia, di dunia merupakan pamong keturunan Brahma/Wisnu.
Jadi sebenarnya Semar itu adalah Dewa Ismaya, dewa Jawa asli yang paling kuasa, sekaligus ia dianggap paman atau kakak dewa utama Batara Guru (Siwa). Walaupun Semar kelihatan sebagai rakyat biasa, semua penonton tahu bahwa sebenarnya ia adalah seorang Dewa yang tak terkalahkan. Semar mengatasi semua Dewa lain dengan kekuatannya. Dewa-dewa disapa dengan bahasa ngoko. Apabila Semar marah, dewa-dewa bergetar, dan apa yang dikehendakinya akan terjadi. Setiap usaha Batara Guru untuk menguasai dunia dengan pelbagai penjelmaan, khususnya untuk mencegah perang Bratayuda dan kekalahan para Kurawa, ditiadakan oleh Semar. Semar adalah pamong para Pandawa yang tak terkalahkan, dan oleh karena para Pandawa adalah nenek moyang raja-raja Jawa, maka sebenarnya Semar adalah pamong dan danyang pulau Jawa dan seluruh dunia.
Isi : 232 Halaman
Penulis : Sri Roso Sejati

Informasi Harga
Ebook Lainnya

KIAT BISNIS ORANG JAWA

Kiat Bisnis Orang Jawa

KIAT BISNIS ORANG JAWA

Details..

Kiat Bisnis Orang Jawa selalu berhubungan dengan nilai spiritual, sosial dan cultural. Perilaku ekonomi orang Jawa tidak semata-mata demi mencari keuntungan material dan finansial. Konsep dasar bisnis Jawa adalah bakulan, yaitu adanya aktifitas dol tinuku atau transaksi jual beli barang di pasar. Tidak mengherankan apabila orang Jawa sangat peduli kepada pasar, terbukti banyak nama orang Jawa yang dimulai dari nama pasaran : Pon, Wage, Kliwon, Legi dan Pahing.
Dalam menjalankan roda bisnis, orang Jawa tidak mungkin melepaskan diri dari aspek spiritual. Kerap kali para bakul berkonsultasi kepada Mbah Dukun. Ngelmu laku yang disertai dengan jimat aji dan japa mantra diyakini berpengaruh terhadap lancarnya usaha niaga. Kesadaran ghaib ini merupakan perwujudan dari pengakuan tentang jalma walaka titah sawantah. Gagal dan berhasil adalah lelakoning ngaurip. Pada kenyataannya hidup sekedar mampir ngombe.
Kegiatan perdagangan orang Jawa juga bernuansa sosial, terpantul dari ungkapan tuna santak bathi sanak, berkurangnya harta bertambahnya saudara. Harta bagi orang Jawa bukanlah segala-galanya, karena hakikat kekayaan tertinggi adalah perasaan sugih tanpa bandha. Perspektif kulturalnya tampak pada ritual syukuran : bancakan, kenduren dan slametan yang berorientasi kepada ketentraman lahir batin.
Isi : 218 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum

Informashi Harga
Ebook Lainnya

KERIS MPU GANDRING

Keris Mpu Gandring

KERIS MPU GANDRING
Details..

Keris Empu Gandring menjadi tema sentral dalam suksesi dan pergolakan politik di Kraton Singosari. Dari keris yang angkernya kepati-pati ini, telah bergelimpangan korban anak manusia yang terlibat dalam konflik perebutan kekuasaan. Janggannya keris Empu Gandring ini memang terbuat dari siungnya Batara Kala, yang dapat menimbulkan wabah kekerasan di muka bumi. Sedangkan warangkanya dilapisi dengan upas ula weling yang menebarkan racun maut yang berbahaya dan mematikan.
Ganasnya Keris Empu Gandring ini disadari betul oleh Raden Wijaya, salah seorang satria berbudi luhur pewaris sah Kraton Singosari dan pendiri Kraton Majapahit. Ketika mau membangun kebesaran Kraton Majapahit, Raden Wijaya terlebih dahulu berkonsultasi dengan para pujangga agung. Para pujangga agung yang merupakan guru suci ini memberi saran agar diadakan ruwatan sukerta nirmala kerajaan. Hasilnya sungguh menakjubkan. Kraton Majapahit akhirnya tampil sebagai negara yang makmur, kuat, jaya dan berwibawa.
Kini, hampir setiap hari kita menyaksikan berbagai macam kekejaman yang merambah pada kawasan sosial, ekonomi, politik dan budaya. Kita cemas jangan-jangan sekarang pamor Keris Empu Gandring harus darah lagi, sehingga menyebar di segala lini kehidupan, terutama di ruang-ruang pejabat publik di negeri ini. Kalau dugaan ini benar, apakah tidak secepatnya diadakan ruwatan nasional, sehingga pamor Keris Empu Gandring yang galak itu bisa dijinakkan. Dengan tujuan, keselamatan dan ketentraman dapat segera pulih kembali, nirbita, nirbaya, nir sambikala. Dalam buku ini, dijelaskan secara lengkap asal-usul Keris Empu Gandring dan cara meruwatnya.
Isi : 253 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum

Informasi harga
Ebook Lainnya

KEBUDAYAAN JAWA

Kebudayaan Jawa

KEBUDAYAAN JAWA
Details..

Kebudayaan Jawa mendapat gelar adiluhung, sehingga sangat berpengaruh di seluruh pelosok nusantara. Bahkan di kawasan regional Asia Tenggara, kebudayaan Jawa menempati posisi yang sangat vital. Penyebaran orang Jawa di berbagai benua pasti membawa tradisi dan adat istiadatnya. Oleh karena itu, kebudayaan Jawa secara aktif menyesuaikan diri dengan arus globalisasi. Hal ini ditandai dengan adanya pergaulan yang kosmopolit dalam percaturan internasional.
Tanah Jawa misuwur sebagai negeri yang gemah ripah loh jinawi, didukung oleh tanahnya yang sangat subur. Topografi yang relatif datar dan penduduknya yang terdidik, serta seni budaya yang edi peni membuat tanah Jawa senantiasa menjadi impian bagi seluruh penduduk dunia. Dalam konsteks historis, tanah Jawa menjadi pusat diplomasi luar negeri bagi seluruh penduduk nusantara. Dari interaksi lokal merambah kawasan nasional, regional dan internasional. Benua Eropa, Australia, Amerika Afrika dan Asia, semuanya kasmaran dengan keelokan tanah Jawi.
Ketika nusantara dipersatukan kembali dalam negara kesatuan Republik Indonesia, orang-orang Jawa tampil terdepan dalam kepemimpinan nasional. Ciri kepemimpinan nasional pun terpengaruh dengan gaya kepemimpinan Jawa. Dengan demikian, dalam rangka memajukan kebudayaan nasional, budaya Jawa memberikan sumbangsih yang besar sekali maknanya. Misalnya saja, semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika, adalah berasal dari kata mutiara yang dirangkai oleh Empu Tantular, seorang pujangga istana Majapahit pada abad ke-13 M.
Buku Kebudayaan Jawa ini disusun berdasarkan data historis, sosiologis, dan filosofis. Nilai kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur perlu sekali disebarluaskan untuk diketahui oleh generasi muda, dengan harapan supaya dapat dijadikan sebagai pegangan hidup sehari-hari. Kehadiran buku ini tentu akan mempertebal wawasan jati diri dan nilai kebangsaan kita dewasa ini. Sebuah buku bermutu dan berguna bagi ilmuwan, cendekiawan, budayawan, seniman, dan masyarakat umum.
Isi : 597 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum, dan Arie Sujito, S.Sos, M.Si

Informasi harga
Ebook Lainnya

KEARIFAN LOKAN DAN PEMBINAAN MORAL BANGSA

Kearifan Lokal dan Pembinaan Moral Bangsa

KEARIFAN LOKAL DAN PEMBINAAN MORAL BANGSA
Details..

Moral termasuk konsep kearifan lokal yang merupakan ukuran peradaban sebuah bangsa. Tinggi rendahnya peradaban sebuah bangsa dapat dilihat dari seberapa jauh masing-masing warganya bertindak sesuai dengan aturan main yang telah disepakati bersama. Oleh karena produktifitas dan kreatifitas masyarakatnya akan terus berlanjut, tanpa ada hambatan yang berarti. Dengan mentaati norma dan etika, maka tingkah laku serta hubungan antar manusia akan berjalan secara wajar, yang memungkinkan untuk melakukan aktifitas secara efektif dan efisien.
Bagi masyarakat Jawa etika itu kerap disebut dengan istilah pepali, unggah-ungguh, suba sita, tata krama, tata susila, sopan santun, budi pekerti, wulang wuruk, pranatan, pituduh, pitutur, wejangan, wulangan, wursita, wewarah, wedharan, duga prayoga, wewaler, dan pitungkas. Orang Jawa akan berhasil hidupnya dalam bermasyarakat kalau dapat empan papan, kalau dapat menempatkan diri dalam hal unggah-ungguhing basa, kasar alusing rasa, dan jugar genturing tapa.
Para pemimpin Jawa terutama raja dan punggawanya sejak dulu kala memahami benar tentang arti penting etika. Kehidupan berbangsa dan bernegara memang perlu diatur berdasarkan hukum yang memadai. Berhubung dengan itu, maka pujangga Jawa diberi tugas khusus untuk menyusun tata tertib sosial yang mengikat semua penduduknya.
Buku ini disusun berdasarkan nilai-nilai historis, sosiologis dan filosofis yang telah mengakar dalam masyarakat. Butir-butir kearifan lokal warisan nenek moyang dikaji dan digali dengan pendekatan ilmiah sehingga layak dijadikan referensi bagi para ilmuwan, cendekiawan, budayawan, dosen, mahasiswa serta masyarakat umum.
Isi : 274 Halaman
Penulis :Bambang Nuswantoro

Informasi Harga
ebook lainnya

JAGATING LELEMBUT

Jagating Lelembut

JAGATING LELEMBUT
Details..


Jagating lelembut atau makhluk halus di tanah Jawa di antaranya : gendruwo, dhemit, wedon, brekasakan, iblis, sundel bolong, kemamang, thuyul, jim, setan, peri, prayangan, ilu-ilu, banaspati, engklek-engklek, waru dhoyong. Di bawah kepemimpinan Batari Durga yang berkraton di Kahyangan Dhandhang Mangore atau Pasetran Gondo Mayit, para lelembut ini kerap mengganggu manusia. Bahkan anak sukerta disediakan sebagai cadangan mangsa Batara Kala.
Namun demikian, berkat kesaktian manusia Jawa yang telah mencapai derajat jalma limpat seprapat tamat, raja lelembut beserta wadya balanya berhasil ditaklukkan. Contohnya Raden Sadewa meruwat Batari Durga. Dalang Kondho Buwono yang menjadi titisan Batara Wisnu ditakuti oleh Batara Kala. Sunan Bonang dapat mengalahkan jim Buto Locaya. Malahan Panembahan Senopati membuat kesengsem Kanjeng Ratu Kidul yang menguasai laut selatan. Sedangkan wibawa para dukun yang menjadi sesepuh masyarakat Jawa biasanya disegani oleh para lelembut.
Buku ini mengupas tuntas seluk beluk dunia makhluk halus beserta tempat domisilinya di tanah Jawa. Di dalamnya dicantumkan pula kidung mantra sakti yang menjadi penawar dari segala gangguan makhluk yang tidak kasat mripat ini. Sebuah buku bermutu dan berguna yang dapat dibaca oleh siapa saja untuk membentengi diri dari pancabaya demi keselamatan dan ketenteraman keluarga, masyarakat dan negara.
Isi : 273 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum, Dra. Siti Maziyah, M. Hum,

Informasi Harga
Daftar Ebook Lainnya

INTEGRASI ISLAM DAN BUDAYA

Integrasi Islam dan Budaya


INTEGRASI ISLAM DAN BUDAYA
Details

Islam di kawasan kepulauan nusantara sesungguhnya telah berkembang dengan pesat karena melalui proses akulturasi budaya. Integrasi pemikiran Islam selalu disesuaikan dengan kekhasan budaya lokal. Dalam konteks ini dakwah Islamiyah selalu melihat lingkungan sosial budaya dengan kaca mata kearifan. Kemampuan adaptasi ini merupakan kecerdasan sosial, intelektual dan spiritual yang dimiliki oleh para ulama dahulu yang bertugas menyebarkan agama Islam.
Telah diketahui bersama bahwa sebelum Islam masuk, di seluruh kawasan nusantara ini telah berkembang kepercayaan dan agama. Untuk merubah budaya dan keyakinan yang telah mendarah daging dalam masyarakat, tentulah diperlukan sebuah strategi dan meode tertentu. Hal ini dimaksudkan agar tidak sampai terjadi pergolakan dan kegoncangan. Sesuai dengan ajaran Islam bahwa penyebaran sebuah nilai kebenaran dilakukan dengan cara-cara yang bijak dan penuh hikmah, yang berlandaskan prinsip rahmatan lil alamin.
Buku yang berjudul Integrasi Islam & Budaya Lokal ini disusun secara sistematis, integral dan komprehensif. Kearifan lokal menjadi basis dalam menerapkan nilai-nilai keislaman, sehingga terjadi sebuah hubungan harmonis antara agama dan budaya. Buku yang layak untuk dijadikan referensi bagi ilmuwan, budayawan, cendekiawan, dan masyarakat umum.
Isi : 239 Halaman
Penulis : Mahari, SS., M. Hum

Informasi Harga
Daftar Ebook Lainnya

Selasa, 18 Agustus 2015

DUKUN JAWA

Dukun Jawa

DUKUN JAWA

Details

Buku Dukun Jawa berisi Wejangan Mbah dukun senantiasa menjadi pertimbangan utama bagi Orang Jawa dalam memutuskan setiap perkara yang sangat penting. Masa kelahiran, perkawinan, bepergian dan kekuasaan adalah masalah wigati yang mesti memerlukan sentuhan tangan sakti Mba Dukun. Dalam masyarakat Jawa, Mbah Dukun merupakan konsultan spiritual yang dianggap sebagai orang tua, sesepuh dan pepundhen kang waskitha ngerti sadurunge winarah.
Kepercayaan orang Jawa kepada Mbah Dukun begitu tinggi karena kualitas kasar alusing rasa, unggah-ungguhing basa, jugar genturing tapa. Mbah Dukun biasanya suka laku prihatin, cegah dhahar lawan guling yaitu mengurangi makan dan tidur. Pada saat-saat tertentu, Mbah Dukun akan mahas ing asepi, melakukan tapa brata di tengah-tengah alas gung liwang-liwung. Sedapat-dapatnya, Mbah Dukun akan menghindari keramaian duniawi. Mbah Dukun lantas sedhakep saluku juga, amepes babahan hawa sanga, yang berarti mengheningkan diri demi mencapai kebenaran sejati.
Puncak kebenaran sejati diperoleh Mbah Dukun dengan cara nyingkur kadonyan sebagaimana sasmita tembang pangkur yang sudah mungkur dari jagad gumelar dan bermuara pada tembang megatruh yang mengantar ruh ke jagad gumulung. Caranya adalah mempraktekkan ajaran para pinisepuh yaitu mau meninggalkan dunia sebelum meninggal dunia. Japa mantra, tapa brata lan bandha donya hanya sarana untuk mencapai puncak kebenaran sejati. Ujung-ujungnya adalah supaya bisa memperoleh emating pati patitis, yaitu akhir kehidupan yang penuh kedamaian.
Isi : 259 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum
Informasi Harga
Daftar Ebook Lainnya

CARA MEMIMPIN RAKYAT DESA

Cara Memimpin Rakyat Desa



CARA MEMIMPIN RAKYAT DESA
Details

Cara Memimpin Rakyat Desa adalah sebuah buku persembahan Dr. Purwadi, M. Hum yang mengupas bagaimana teknik dan cara memimpin masyarakat desa.
Denyut nadi rakyat desa masyarakat jawa, yang mengambarkan bagaimana kehidupan rakyat desa dalam meraih nafkah rezeki.Mulai dari bangun tidur sampai menjelang tidur lagi.
Kepemimpinan dalam pandangan budaya Jawa diperoleh melalui proses turunnya wahyu, pulung atau ndaru. Di desa-desa sewaktu terjadi pemilihan kepala desa (pilkades), para calon kades itu biasanya saling berebut pulung. Mereka datang ke dukun-dukun, orang tua, atau tempat keramat semacam kuburan leluhur hanya demi mewujudkan impiannya untuk mendapatkan pulung kepemimpinan tersebut.
Buku cara memimpin rakyat desa ini juga membahas hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan kepada tuhan, sikap pengendalian diri rakyat dalam masyarakat jawa, keteladanan luhur rakyat dalam masyarakat jawa, Keagungan tata negara dalam pandangan masyarakat jawa, ketentraman dalam masyarakat jawa, tata hukum dan keadilan dalam masyarakat jawa, kesempurnaan hidup rakyat dalam masyarakat jawa, dan kepribadian rakyat, serta kerukunan hidup bertetangga dalam masyarakat jawa.
Isi : 88 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum.

Informasi Harga
Daftar Ebook Lainnya

BELAJAR PRAKTIS BAHASA JAWA



Belajar Praktis Bahasa Jawa



BELAJAR PRAKTIS BAHASA JAWA
Details...


Bahasa Jawa digunakan oleh komunitas terbesar di Asia Tenggara. Hampir semua negara di dunia ini ada kelompok orang yang berbahasa Jawa sebagai alat komunikasi sehari-hari. Mereka menggunakan bahasa Jawa karena pengaruh asal-usul dan merasa lebih pas dalam mengutarakan pikirannya .
Penyebaran bahasa Jawa yang sudah mendunia itu perlu diimbangi dengan buku panduan yang bisa dipakai oleh berbagai kalangan secara praktis. Hal ini dimaksudkan agar kesulitan-kesulitan yang dihadapi akibat sifat bahasa Jawa yang dianggap rumit, njlimet dan penuh rasa unggah-ungguh itu dapat dipermudah cara belajarnya.
Buku ini berisi contoh-contoh kata dan kalimat yang sering digunakan dalam percakapan dan pergaulan. Meskipun bentuknya sederhana, tetapi isi buku ini telah mencakup sopan-santun dan pengetahuan umum yang terdapat dalam adat budaya Jawa. Bagi masyarakat umum, terutama yang sering berhubungan dengan orang Jawa, perlu sekali menggunakan buku ini sebagai pegangan.
Isi :111 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum

Informasi Harga
Daftar Ebook Lainnya

Senin, 10 Agustus 2015

ADAT ISTIADAT BUDAYA JAWA

http://www.ebookbudayajawa.com/products_pictures/Adatis_budaya_jawa_s.jpg
Details

Adat Istiadat Budaya Jawa

Adat Istiadat Budaya Jawa adalah buku yang membahas mengenai kegiatankebudayaan jawa. Berbagai Upacara dan kegiatan budaya lainya.
Mulai dari Upacara YA QOWIYU yang merupakan kegiatan DAKWAH KI AGENG GRIBIG. Berbagai upacar labuhan, seperti labuhan di parangkusumo, Adat istiadat kelahiran anak, Menguak sasmita alam, pengetahuan tenang japa mantra, ziarah spiritual di petilasan mamenang, adat ziarah spiritual di petilasan sunan bayat, petilasan suci sunan geseng, ratu kalinyamat sebagai simbol putri pesisir, warisan spiritual syekh ahmad mutamakin, dan tradisi warisan kasultanan demak bintoro.
Isi : 235 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum

Informasi Harga

Daftar Ebook Lainnya

MAKRIFAT TONGKAT SUNAN MURIA

MAKRIFAT TONGKAT SUNAN MURIA
Details..

Makrifat Tongkat Sunan Muria

Makrifat tongkat Sunan Muria merupakan pengajaran Ilmu Sejati telah diterima secara luas di kalangan masyarakat Jawa. Para bangsawan. agamawan, budayawan dan kawula di pedesaan berbondong-bondong berguru kepada Kanjeng Sunan Muria. Para raja Jawa yang menjadi murid Sunan Muria di antaranya Sultan Demak, Sultan Pajang dan Sultan Mataram. Kebijakan Sultan selalu bereferensi kepada kebajikan Sunan. Hubungan umara negarawan mendapat bimbingan rohani dari ulama agamawan.
Kemampuan Kanjeng Sunan Muria dalam bidang seni budaya berprinsip Jawa digawa Arab digarap. Wulangan, wejangan dan wedharan beliau senantiasa berusaha menjaga keselarasan agama dan budaya. Akulturasi antara teks-teks keagamaan dengan wacana kebudayaan melahirkan kearifan lokal yang mampu menciptakan suasana harmonis dalam kehidupan masyarakat Jawa. Peralihan dari adat lama menuju kehidupan baru yang bernuansa Islam tetap berjalan secara aman, tentram dan damai, tanpa menimbulkan kegoncangan.
Buku ini memberi gambaran yang utuh dan menyeluruh tentang aspek keagamaan yang telah diwariskan oleh Kanjeng Sunan Muria: Syariat, tarikat, hakikat dan makrifat menjadi landasan utama ajaran Wali Agung ini. Sufisme Sunan Muria dapat digunakan sebagai kaca benggala bagi praktek keagamaan pada era mutakhir sekarang. Sebuah buku yang bermutu dan berguna bagi siapa saja yang ingin memperoleh ketajaman spiritual.
Isi : 214 Halaman
Penulis : Sri Roso Sejati

Informashi Harga

Daftar Ebook Lainnya



 

JOKO TINGKIR

http://www.ebookbudayajawa.com/products_pictures/Joko_Tingkir_b.jpg
Details...

Joko Tingkir

Joko Tingkir dalam panggung sejarah Indonesia mempunyai beberapa keunggulan kepribadian (psikologis), kemasyarakatan (sosiologis), keturunan (genetis), kenegaraan (yuridis) dan keagamaan (asketis). Kelima keunggulan itu menjadikan Joko Tingkir mampu tampil sebagai tokoh yang handal, fenomenal dan profesional.
Ditinjau dari segi genetis, Joko Tingkir merupakan trah Kraton Majapahit. Jelas sekali dia adalah satria agung trahing kusuma rembesing madu, keturunan bangsawan besar. Secara sosiologis keluarga besar Joko Tingkir berhasil membangun jaringan sosial yang kuat dan mengakar. Ayah Joko Tingkir yang bernama Ki Ageng Pengging menjadi pelopor Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). LSM pimpinan Ki Ageng Pengging ini selalu didukung oleh anak muda, kelas menengah dan kaum reformis yang rindu perubahan.
Akhirnya Joko Tingkir menjadi raja di Kraton Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya. Secara yuridis kenegaraan dia dapat mewujudkan good governance dan clean government, pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Ini wajar sekali, karena semasa mudanya Joko Tingkir memiliki psikologi kepribadian yang mengagumkan. Dia gemar belajar tekun dan bekerja keras, dengan dilambari prinsip ngelmu laku, lara lapa, tapa brata dan cegah dhahar lawan guling. Sebuah asketisme keagamaan yang intinya mengutamakan keselarasan pikir dan dzikir, dengan mengurangi kenikmatan jasmaniah.
Pada masa pemerintahan Kraton Pajang mulai terjadi intrik-intrik politik antar berbagai kekuatan yang ingin berkuasa, Joko Tingkir berusaha untuk mendidik putra-putrinya agar selalu menekuni ilmu pengetahuan dan keagamaan. Dalam hal suksesi kepemimpinan, Joko Tingkir lebih mengedepankan asas meritokrasi, demokrasi, kredibilitas dan kapabilitas seseorang. Bahkan Joko Tingkir dapat mengarahkan putra sulungnya yang bernama Pangeran Benowo untuk menjadi ulama besar. Gagasan Pangeran Benowo ini pula yang menjadi cikal bakal tradisi pendidikan pesantren di Jawa.
Isi : 210 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum

Informasi Harga

Daftar Ebook Lainnya

ILMU KASAMPURNAN SYEH SITI JENAR

ILMU KASAMPURNAN SYEH SITI JENAR
Details...

Ilmu Kasampurnan Syeh Siti Jenar

Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama harum. Demikian pula Syekh Siti Jenar, dia telah meninggalkan ajaran yang terus-menerus dan diuri-uri oleh para pewarisnya. Ajaran Siti Jenar yang paling terkenal adalah manunggaling kawula Gusti, yaitu puncak spiritual tertinggi dalam ilmu makrifat. Ujung-ujungnya adalah mengetahui sangkan paraning dumadi, yaitu dari mana dan ke mana orientasi kehidupan manusia itu.
Dalam menyebarkan ajaran spiritualnya, Syekh Siti Jenar mendapat reaksi yang cukup keras dari para ulama yang tergabung dalam struktur Dewan Wali Kraton Demak Bintoro. Demi konsistensi dan konsekuensi terhadap keyakinannya, Syekh Siti Jenar rela menyerahkan jiwa raganya. Siti Jenar meyakini bahwa segala yang hidup di dunia ini sesungguhnya mati, sebaliknya yang dianggap mati sebenarnya hidup, mati sajroning ngaurip. Sebuah keyakinan radikal yang menggoncangkan sendi-sendi kemapanan keberagamaan di tanah Jawa.
Buku ini menerangkan pergolakan kehidupan sosial, politik dan keagamaan pada masa awal berdirinya Kraton Demak Bintoro. Diterangkan pula akhir kekuasaan Majapahit beserta para pendukungnya yang kemudian berkonsolidasi demi harkat, martabat, gengsi dan eksistensi. Sebuah buku yang sangat bermutu dan berguna untuk menengok kembali kesadaran sejarah masa lampau.
Isi : 248 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum

Informasi Harga

Daftar Ebook Lainnya

HIDUP, CINTA DAN KEMATIAN RONGGO WARSITO

HIDUP, CINTA DAN KEMATIAN RONGGO WARSITO
Details...

Hidup, Cinta dan Kematian Ronggo Warsito

Ronggowarsito lahir pada hari Senin Legi, tanggal 10 pukul 12 siang, bulan Zulkaidah tahun Be 1728, wuku Sungsang, dewa Sri, Wurukung Uwas, mangsa Jita, windu Sangara. Sebelum dewasa bernama Bagus Burhan. Ia adalah putra lembarep Mas Ngabehi Ronggowarsito, abdi dalem Panewu Carik Kadipaten Anom. Semasa hidupnya, jabatan Raden Ngabehi Ronggowarsito adalah abdi dalem Kliwon Kadipaten Anom dan pujangga besar di negeri Surakarta Hadiningrat.
Bagus Burhan (Ronggo Warsito) diangkat sebagai Panewu Carik Kadipaten Anom bergelar Raden Ngabei Ronggowarsito, menggantikan ayahnya yang meninggal di penjara Belanda tahun 1830. Lalu setelah kematian Yasadipura II, Ranggawarsita diangkat sebagai pujangga Kasunanan Surakarta oleh Pakubuwana VII pada tanggal 14 September 1845. Pada masa inilah Ranggawarsita melahirkan banyak karya sastra. Hubungannya dengan Pakubuwana VII juga sangat harmonis. Ia juga dikenal sebagai peramal ulung dengan berbagai macam ilmu kesaktian. Naskah-naskah babad cenderung bersifat simbolis dalam menggambarkan keistimewaan Ranggawarsita. Misalnya, ia dikisahkan mengerti bahasa binatang. Ini merupakan simbol bahwa, Ranggawarsita peka terhadap keluh kesah rakyat kecil.
Isi : 242 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum

Informasi Harga

Daftar Ebook Lainnya

EMBOK YATINEM BAKUL GENDHONG

EMBOK YATINEM BAKUL GENDHONG
Details...

Embok Yatinem Bakul Gendhong

Buku novel ini menceritakan pengembaraan lahir batin seorang perempuan desa yang bernama Embok Yatinem. Sejak usia muda nasibnya penuh dengan lara lapa tapa brata, karena harus mampu mandiri dan berdikari. Semuanya demi tanggung jawab terhadap sesanggemaning ngaurip.
Alam pegunungan, pedesaan dan perkotaan telah dijelajahi. Bermacam-macam pekerjaan telah dijalani. Bercocok tanam di sawah, buruh di pabrik dan bakul gendhong keliling telah menempa jiwa-raganya. Secara meyakinkan Embok Yatinem bisa membaca perubahan jaman.
Nilai kejuangan dan keteladanan dalam mencapai kemajuan dilakukan dengan penuh kecermatan. Waton gembleng tekade, nyawiji pambudi dayane, linambaran tawakal marang Gusti Allah Swt, kabeh gegayuhan bakal kasembadan. Begitulah sesanti dan wejangan luhur Embok Yatinem dalam merumuskan pikiran, ucapan dan perbuatan. Sebuah kisah wong cilik yang memantulkan sinar kawicaksanan.
Isi : 160 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum

Informasi Harga

Daftar Ebook Lainnya





BABAD TANAH LELUHUR

http://www.ebookbudayajawa.com/products_pictures/bbd_tnh_leluhur_b.jpg
Details..

Babad Tanah Leluhur

Kehidupan masyarakat Jawa Kuno secara sosiologis dibagi menjadi tiga golongan, yaitu begawan, bangsawan dan kawula dasih. Golongan Begawan tinggal di pertapan yang jauh dari keramaian untuk mahas ing asepi. Mereka benar-benar meninggalkan kesenangan lahiriah. Tidak tergoda oleh manisnya madu dan segarnya air. Begitu tingginya wibawa Sang Begawan, sehingga angin semilir pun berhenti, dedaunan tak berani bergerak, dhedhep tidhem premanem. Karena takut kualat bila lewat di atas golongan manusia mulia ini, mega mendung sama miyak nganan ngering.
Adapun golongan Bangsawan Jawa Kuno merupakan trahing kusuma rembesing madu yang kuat tekad pengabdiannya. Demi ketentraman negara dan dunia, mereka rela rawe-rawe rantas malang-malang putung, meski harus mengorbankan jiwa dan raganya. Mereka berprinsip wedi wirang wani mati, prestasi di atas prestise, kehormatan lebih penting dari pada kenikmatan. Integritas, kapabilitas, kapasitas dan moralitas kaum ningrat ini dijaga dengan penuh kehati-hatian, mulat sarira hangrasa wani.
Sedangkan golongan kawula dasih terdiri dari beraneka ragam bidang profesi seperti pertanian, pertukangan dan perdagangan. Pertanian Jawa memang loh jinawi karena tanahnya sangat subur. Bidang pertukangan dikerjakan oleh teknokrat dan teknolog sehingga mencapai hasil maksimal nan abadi. Sebagai contoh adalah mahakarya Candi Borobudur dan Prambanan. Di wilayah pesisir, masyarakat Jawa Kuno memutar roda bisnis dan perdagangan. Semua profesi yang dilakukan para kawula dasih itu berjalan sinergis sehingga terwujud negara yang aman dan damai. Buku ini memberikan deskripsi kehidupan masyarakat Jawa Kuno yang sangat kosmopolit, tetapi tetap berakar pada nilai budaya lokal, sebagai sarana untuk memayu hayuning bawana.
Isi : 180 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum

Informasi Harga

Daftar Ebook Lainnya

BABAD MATARAM

http://www.ebookbudayajawa.com/products_pictures/bbd_mataram_b.jpg
Details

Babad Mataram

Sudah menjadi fakta sejarah, bahwa Kraton Mataram sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Jawa Kuno dan politik Indonesia kontemporer. Para pembesar Mataram aktif sekali melakukan kreasi dan sosialisasi nilai yang dianutnya. Dengan akulturasi kebudayaan Hindu, Budha, Islam dan Kejawen, Kraton Mataram mampu tampil sebagai dinasti besar yang lestari hingga saat ini. Wibawa dinasti Mataram sungguh agung, sehingga banyak politisi dan praktisi yang senantiasa menjalin komunikasi serta interaksi dengan ahli warisnya. Aura kraton lantas menjadi sumber legitimasi yang ampuh.
Pancaran wibawa trah Mataram yang cenderung bersifat kultural magis itu, karena banyak elit kerajaan yang selalub mambangun citra diri sebagai dewa raja atau narendra gung binathara mbaudhendha nyakrawati. Raja mataram seolah-oleh pengausa besar laksana dewata kahyangan yang mengendalikan hukum alam raya. Namun, kekuasaan yang tampak absolut tersebut diimbangi pula dengan konsep keramahan dan kemurahan. Ambeg adil paramarta, bersikap adil serta murah hati dan memayu hayuning bawana, membuat keselamatan dunia adalah tugas utama seorang raja.
Dengan mengkaji seluk beluk Babad Mataram ini kita diharapkan mendapatkan cermin kawicaksanan yang dapat digunakan dalam kehidupan sosial politik dewasa ini. Keteladanan dan keutamaan yang dihasilkan para darah biru Mataram kiranya masih relevan untuk membina nilai kebangsaan dan kejuangan dalam rangka meningkatkan harkat, dan martabat bangsa kita. Sebuah buku bermutu dan berguna yang perlu dibaca oleh para ilmuwan, cendekiawan, budayawan, seniman dan masyarakat umum.
Isi :357 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum

Informasi Harga

Daftar Ebook Lainnya

BABAD MAJAPAHIT

BABAD MAJAPAHIT
 Details...

Babad Majapahit

Kraton Majapahit merupakan sebuah kerajaan nasional yang sampai saat ini tercatat dalam sejarah dan sanubari rakyat Indonesia. Majapahit telah mewariskan jaman keemasan dan kejayaan yang pantas dikenang sepanjang masa, karena telah mampu menunjukkan jati dirinya. Kawasan Asia Tenggara merasa nyaman di bawah naungan dan pengayoman Kerajaan Majapahit. Ibaratnya yang dekat sama manglung yang jauh sama mentiyung. Semua dengan sukarela pasok bulu bekti berupa glondhong pengareng-areng, peni-peni raja peni, guru bakal guru dadi, mas picis raja brana.
Babad Majapahit ini merupakan novel sejarah yang sangat popular di lingkungan masyarakat Jawa. Di dalamnya terdapat aneka ragam nilai kepahlawanan yang bisa digunakan sebagai kaca benggala untuk membangun peradaban. Sukses Kraton Majapahit dalam mencapai kebesarannya berpangkal tolak dari prinsip pekerti, pakerti dan pakarti, yaitu kerja keras yang dilandasi moralitas dan intelektualitas. Profesionalitas para aparat dan warga negaranya dibina melalui sistem pendidikan yang rapi dan terencana, sehingga menumbuhkan jiwa yang kreatif dan mandiri. Kraton Majapahit benar-benar sebagai negara yang jero tancepe, gedhe obore, padhang jagade, dhuwur kukuse, adoh kuncarane, ampuh kawibawane.
Buku ini memberi penjelasan yang integral, sistematis dan komprehensif mengenai kebesaran, kejayaan dan keemasan sejarah Kraton Majapahit yang sangat berhasil dalam memimpin kawasan nusantara pada khususnya dan Asia Tenggara pada umumnya. Sebuah buku yang bermutu dan berguna untuk mempertebal semangat nasionalisme dan memupuk nilai kepribadian bangsa. Para cendekiawan, budayawan, seniman, dan masyarakat umum perlu membaca buku ini.
Isi : 221 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum

Informasi Harga

Daftar Ebook Lainnya

BABAD KRATON MATARAM

BABAD KRATON MATARAM
Details...

Babad Kraton Mataram

Babad Kraton Mataram menguraikan sejarah perjuangan Panembahan Senopati beserta kesaktian keturunannya. Panembahan Senopati adalah pendiri Kraton Mataram. Sebelum menjadi Raja Mataram, beliau mempunyai nama Raden Danang Sutawijaya, yang berarti anak yang mempunyai keunggulan. Julukan lainnya yang juga populer adalah Raden Ngabehi Loring Pasar. Sebuah nama khas Jawa yang menunjukkan bahwa Danang Sutawijaya aktif dalam menghidupkan roda perekonomian pasar.
Sesuai dengan gelarnya, Panembahan Senopati bermakna panglima perang yang menguasai tata laku spiritual. Dalam pentas sejarah, Panembahan Senopati terkenal sebagai tokoh yang gemar melakukan tapa brata, lelana laladan sepi atau bersemedi di tempat yang sunyi. Tujuannya adalah mrih pana pranaweng kapti atau mempertajam kepekaan batin. Caranya dengan mesu reh kasudarman, yaitu meningkatkan darma pada sesama, sehingga memperoleh wahyu jatmika. Wahyu jatmika yang masuk pada diri Panembahan Senopati adalah aliran darah biru yang kuat menerima pangkat dan derajat.
Bangsawan Jawa yang sampai saat ini masih berkuasa adalah keturunan langsung Panembahan Senopati. Kraton Surakarta, Kraton Yogyakarta, Pura Mangkunegaran dan Pura Paku Alaman adalah penyambung dinasti Mataram. Dalam kancah kehidupan lokal, nasional dan internasional para trah Panembahan Senopati itu tetap memberi warna keteladanan. Anak cucu Panembahan Senopati senantiasa mendapat ajaran amemangun karyenak tyasing sesama yang diwujudkan dalam nilai kebangsaan dan kejuangan.
Isi : 251 halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum

Informasi Harga

Daftar Ebook Lainnya

BABAD KI AGENG MANGIR


BABAD KI AGENG MANGIR

Details

Babad Ki Ageng Mangir

Kraton Mataram menjadi kekuatan yang dominan dan sentralistik di tanah Jawa. Para penguasa pesisir Bang Wetan dan Bang Kulon harus tunduk kepada hegemoni politik Dinasti Panembahan Senopati. Konsolidasi kekuasaan Mataram tiba-tiba mengalami hambatan yang sangat berarti, ketika muncul gerakan politik yang dipimpin oleh Ki Ageng Mangir. Bersama dengan sekutu pendukungnya, Ki Ageng Mangir tak sudi tunduk pada hegemoni raja Mataram, Panembahan Senopati. Kriwikan dadi grojogan, perkara sepele dadi gawe, pemberontakan dalam skup kecil-kecilan pun menular dan menjalar ke daerah lain.
Para bupati dari Pati, Jepara, Kudus, Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Pasuruan, Blambangan, Lumajang, Probolinggo, Kediri, Ponorogo dan Madiun melakukan perlawanan terhadap pemerintah pusat Kerajaan Mataram. Panembahan Senopati beserta jajarannya segera melakukan strategi untuk mengatasi gerakan separatis itu. Disadari penuh oleh segenap aparat Mataram bahwa Ki Ageng Mangir adalah tokoh yang sakti mandraguna. Dia mempunyai pusaka ampuh, yaitu Kyai Baru Klinthing. Lagipula dari segi genetika, ia masih keturunan Prabu Brawijaya, raja Majapahit. Tak mengherankan bila Ki Ageng Mangir cukup berpengaruh di kalangan bangsawan pesisir dan tlatah Brang Wetan.
Dengan menggunakan pendekatan intelijen yang cukup canggih, maka ditemukan metode jebakan. Putri Panembahan Senopati yang bernama Putri Rara Pembayun sebagai umpannya. Operasi pemulihan keamanan pun dilakukan. Sudah menjadi suratan takdir bahwa Rara Pembayun akhirnya dipersunting oleh Ki Ageng Mangir sebagai garwa prameswari. Di sini muncul dilema di antara kedua belah pihak. Di mata Panembahan Senopati dan pejabat Mataram, Ki Ageng Mangir telah menjadi fakta: sebagai mantu dan sebagai musuh. Perang batin itu berakhir setelah Ki Ageng Mangir gugur karena kepalanya dibenturkan oleh Panembahan Senopati di atas watu gilang. Jenazah Ki Ageng Mangir dikubur dengan setengah keikhlasan dan setengah kebencian. Demikianlah kisah asmara Ki Ageng Mangir dengan Rara Pembayun yang diwarnai dengan ambisi dan tragedi kekuasaan.
Isi : 312 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi M.Hum

Informasi Harga

Daftar Ebook Lainnya

BABAD GIYANTI


BABAD GIYANTI
 Details

Babad Giyanti

Babad Giyanti menceritakan kisah perjuangan Pangeran Mangkubumi yang selalu membela kebenaran dan keadilan. Pangeran Mangkubumi adalah seorang yang bijaksana serta tepat menjadi pemimpin dan tidak benar jika memandang pangeran ini sebagai seorang pemberontak. Keteguhan dan keberanian rupanya sangat membantu perjuangannya dan akhirnya membuahkan hasil. Prinsip sabda pendita ratu, sepisan tan kena wola-wali dipegang teguh oleh Sultan Hamengku Buwono I. Mangkubumi adalah seorang yang budi-pekertinya jujur, menepati janji dan seorang raja yang utama.
Ia berhasil mempertalikan kepentingan kerajaannya. Ia mencoba supaya dihormati oleh orang Belanda dan ditakuti serta disayangi oleh rakyatnya, dalam usaha mana ia mendapat hasil yang amat memuaskan. Keteladanan Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengku Buwono I cocok benar dengan nilai keprajuritan.
Kyai Yasadipura I melukiskan keutamaan budi pekerti Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengku Buwono I sebagaimana tercantum dalam Serat Wicara Keras.
Dalam Babad Giyanti figur Pangeran Mangkubumi digambarkan sebagai seorang satria agung yang tampan, cerdas, orator dan cekatan. Penggambaran tokoh-tokoh dalam Babad Giyanti sangat hidup dan menakjubkan. Sebuah bacaaan bermutu yang menyajikan kepahlawanan, keutamaan dan keteladanan
Isi : 301 Halaman
Penulis : Dr. Purwadi, M. Hum

Informasi Harga

Daftar Ebook Lainnya



BABAD DEMAK


BABAD DEMAK

Babad Demak

Babad Kraton Demak Bintoro erat sekali kaitannya dengan penyebaran agama Islam di Tanah Jawa. Dengan dukungan penuh Wali Sanga, Kraton Demak Bintoro mampu tampil sebagai Kraton Islam yang teguh, kokoh dan berwibawa. Dalam pergaulan antarbangsa, Kraton Demak Bintoro merupakan juru bicara kawasan Asia Tenggara yang sangat disegani. Hal ini disebabkan oleh kontribusi Kraton Demak Bintoro dalam bidang ekonomi, pelayaran, perdagangan, kerajinan, pertanian, pendidikan dan keagamaan.
Sebagai negara adi daya di kawasan Asia Tenggara, Kraton Demak Bintoro aktif melakukan konsolidasi dan diplomasi. Duta Besar Kraton Demak Bintoro ditempatkan di negara-negara Islam. Misalnya saja Negeri Johor, Negeri Pasai, Negeri Gujarat, Negeri Turki, Negeri Parsi, Negeri Arab dan Negeri Mesir. Sesama Negeri Islam itu memang terjadi solidaritas keagamaan. Para pelajar dari Demak Bintoro juga dikirim untuk belajar ke berbagai negeri sahabat tersebut. Saat itu Kraton Demak Bintoro memang muncul sebagai Kraton maritim Islam yang makmur, lincah, berilmu, kosmopolit dan agamis.
Buku Babad Demak Babad Perkembangan Islam di Tanah Jawa ini memberi penjelasan yang sistematis dan komprehensif mengenai peranan Kraton Demak Bintoro di panggung babad nasional, regional dan internasional. Sukses gemilang Kraton Demak Bintoro dalam menjalankan visi dan misinya, akan membangkitkan rasa harga diri dan jati diri bangsa. Jaman keemasan masa lalu adalah modal hari ini untuk membuat proyeksi kejayaan masa depan.
364 halaman
Penulis: Dr. Purwadi M.Hum

Informasi Harga

Daftar Ebook Lainya


 

BABAD BANYUMAS





BABAD BANYUMAS

Details


Babad Banyumas

Babad Banyumas adalah Cerita tentang sejarah kabupaten Banyumas turun-temurun sampai sekarang, hanya diambil seperlunya saja yang berhubungan dengan asal-usul para bupati.
Babad Banyumas Diceritakan oleh Raden Wirjaatmadja, patih di Purwakerta atas perintah Tuan W.P.D. de Wolff van Westerrode, ketika ia menjabat sebagai asisten Residen di Purwakerta. Perintah tersebut diberikan pada hari Selasa wage, 25 Oktober 1898 atau 9 Jumadilakir 1828.
Selain Babad banyumas diambil dari sejarah juga ditambah dengan cerita dari para leluhur Raden Wirjaatmadja sejak jaman kraton Majapahit.
Berisi 133 Halaman
Penulis: Dr. Purwadi M. Hum


Info Harga dan Buku lainya klik disini...